Minggu, 14 Oktober 2012

Laporan PPL STAIP 2012

BAB I
PENDAHULUAN
Praktik Profesi Lapangan (PPL) merupakan program akademik Jurusan Tarbiyah yang harus diikuti oleh semuamahasiswa S 1. Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman profesional yang nyata dan memperluas cakrawala mahasiswa dalam pembentukan kompetensi pedagogik, profesional, personal, maupun sosial sebgai calon pendidik maupun tenaga kependidikan, sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas kependidikan di sekolah yang meliputi pengelolaan pembelajaran dan wawasan kependidikan secara memadai dan profesional. Dengan demikian melali kegiatan praktik profesi lapangan para mahasiswa mampu membimbing, mendorong dan membangkitkan minat dan motivasi peserta didik dalam belajar dan dalam mengatasi problema hidupnya. Selain itu mahasiswa juga bisa membangun komunikasi baik secara personal maupun sosial.
Masa pelaksanaan PPL yang ditempatkan di MA Miftahul Falah Talun Kayen di laksanakan mulai tanggal 10 September 2012 sampai dengan 10 Oktober 2012. Waktu efektif pelaksanaan kegiatan PPL dalam satu minggu adalah 6 hari kerja sesuai dengan jamkerja sekolah. Namun dalam pelaksanaan PPL tersebut disesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan dari sekolah. Pada kesempatan ini tempat pelaksanaan PPL kami berada di MA Miftahul Falah Talun Kayen. Kami diterima dengan antusias. Para praktikan tinggal menerima mata pelajaran apa yang akan diampusesuai dengan jadwal yang sudah ada dan mendapat bimbingan dari guru pamong.
Dalam pelaksanaan Praktik Profesi Lapangan (PPL) penulis mendapat tugas dari Bapak Kepala Madrasah untuk mengampu bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) saja, karena praktik mengajar difokuskan pada mata Pelajaran Agama Islam, dan ini sesuai dengan jurusan studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dipelajari para praktikan. Tetapi karen pelajaran PAI hanya ada 5 mapel sedangkan kami peserta PPL berjumlah 10 orang, untuk menyiasati hal tersebut kami diperbolehkan mengajar mata pelajaran umum. Sehingga pada pelaksanaan PPL ini, penulis mengampu mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK).
Guru Pamong bidang studi rumpun mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) yang ditetapkan Kepala MA Miftahul Falah Talun Kayen untuk menjadi pembimbing bidang pembelajaran memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut:
1. Membimbing mahasiswa praktikan sebelum dan sesudah melaksanakan praktik pembelajaran setiap satuan kelas kelas mengajar.
2. Membimbing dan menilai penyusunan persiapan mengajar atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) setiap satuan kelas mengajar.
3. Memberikan catatan kekurangan-kekurangan dan kelebihan yang dicapai mahasiswa praktikan dalam mengajar.
4. Mendiskusikan hasil kegiatan praktikan mengajar bersama mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan untuk perbaikan dan pengayaan penampilan praktik mengajar.
Adapun penulis mendapat guru pamong sesuai dengan mata pelajaran yang diampu di MA Miftahul Falah Talun Kayen yaitu Bapak Moh. Rosyidi, S.Ag.
Sesuai dengan kesepakatan kami para praktikan dan Kepala MA Miftahul Falah Talun Kayen serta Waka Kurikulum dan Guru Pamong, maka dalam Praktik Profesi Lapangan (PPL) ini, penulis mendapatkan tugas praktik mengajar kelas X dan XI. Adapun jadwal pembelajaran, sebagai berikut:
Pertemuan ke Kelas Jam ke Alokasi waktu Pelaksanaan
1 XI 3 – 4 2 jam pelajaran 11- 09-2012
2 X 3 – 4 2 jam pelajaran 17- 09-2012
3 XI 3 – 4 2 jam pelajaran 18- 09-2012
4 X 3 – 4 2 jam pelajaran 24- 09-2012
5 XI 3 – 4 2 jam pelajaran 25- 09-2012
6 X 3 – 4 2 jam pelajaran 01- 10-2012


BAB II
OBSERVASI LINGKUNGAN SEKOLAH

Observasi kami laksanakan sehari sebelum tim PPL datang di MA Miftahul Falah Talun Kayen, observasi ini kiranya sangat penting, agar para praktikan lebih dekat mengenal baik secara fisik maupun sosio cultural seluruh warga sekolah di MA Miftahul Falah Talun Kayen, setidaknya mengetahui posisi/letak kelas-kelas yang akan dimasuki. Pengamatan tersebut, memang sebatas hanya melihat-lihat keadaan lingkungan secara sepintas.
Adapun secara singkat observasi yang dilakukan penulis dapat diklasifikasikan menjadi dua, yakni observasi kelas latihan dan observasi pembelajaran model.
A. Diskripsi Umum Kelas Latihan
Di MA Miftahul Falah Talun Kayen ada 3 ruang kelas yang setiap hari digunakan proses pembelajaran. Ruang tersebut terdiri dari kelas X, XI dan XII. Setiap kelasnya rata-rata terdapat kurang lebih 20 peserta didik. Menurut aturan tata ruang, di setiap kelas terlihat cukup sehat, karena ada ventilasi udara dan pencahayaan yang cukup. Didalam ruangan juga terdapat kipas angin yang membantu sirkulasi udara ketika dalam cuaca panas.
Seperti lazimnya sebuah kelas, di dalamnya terdapat perlengkapan dan aksesoris ruang kelas, misalnya bangku, papan tulis, papan informasi peserta didik, meja guru, lampu penerangan, stop kontak, gambar Presiden dan Wakil Presiden, serta lambang negara burung garuda. Ada beberapa variasi kelas yang lain seperti regu piket maupun gambar-gambar yang mengandung pesan edukatif juga terlihat di sana, hanya saja aksesoris itu beragam/tidak sama antara kelas satu dengan kelas lainnya, sebab selera penghuni berlainan. Selain itu juga tersedia LCD monitor yang terdapat di kelas XII yang berguna sebagai media pembelajaran. Dari beberapa gambaran itu setidaknya menunjukkan bahwa pada masing-masing kelas cukup representatif untuk proses pembelajaran di kelas.
Berkenaan dengan kondisi peserta didik di MA Miftahul Falah Talun Kayen sangat variatif, ada yang pintar secara akademis, ada yang mempunyai kelebihan yang lain seperti kemampuan menjalin hubungan sosial, ada yang aktif ada yang pendiam, dan masih banyak karakter peserta didik yang tidak bisa teridentifikasi secara lengkap, sebab butuh waktu yang lebih panjang untuk mempelajari mereka. Keragaman-keragaman mereka ada karena mereka berasal dari latar belakang atau background keluarga yang tidak sama.
TABEL KEADAAN PESERTA DIDIK DI MA MIFTAHUL FALAH TALUN KAYEN TAHUN AJARAN 2012/2013
NO. Kelas Jumlah Kelas Jumlah Murid Jumlah Seluruhnya Putra Putri
1. X 1 2 10 12
2. XI 1 4 10 14
3. XII 1 11 17 27
JUMLAH 3
B. Obsevasi Pembelajaran Model
Pada dasarnya observasi model dilakukan untuk mendapatkan gambaran bagaimana guru pamong melaksanakan pembelajaran di kelas. Selain itu praktikan dapat melakukan penjajakan terhadap situasi pembelajaran yang ada. Praktikan akan lebih mengenal medan, menganalisa media yang ada di kelas, sehingga dalam mempersiapkan rencana pembelajaran dapat maksimal. Dengan adanya observasi model, praktikan juga dapat mengidentifikasi peserta didik yang berpotensi menciptakan suasana hidup, maupun gaduh dalam kelas, dan pada endingnya praktikan dapat mengantisipasi semua itu. Teknis observasi model ini, dilakukan dengan cara konsultasi dengan guru pamong. Dari situ praktikan mendapat gambaran sekilas tentang kondisi dan situasi kelas, beserta anak-anak yang dianggap berpotensi membuat ramai di kelas.
Secara substansial observasi model sebenarnya bisa dilakukan dengan banyak hal, tidak harus secara langsung mengikuti guru pamong ke dalam kelas. Yang terpenting dalam kegiatan ini para praktikan mendapatkan gambaran, tentang bagaimana membuka pelajaran yang baik, memberikan motivasi, melaksakan apersepsi agar suasana bisa terkendali. Selanjutnya bagaimana praktikan mampu mengelola kelas, sehingga dalam menyampaikan materi pelajaran, peserta didik dapat lebih senang dalam mengikuti pembelajaran. Kemudian bagaimana praktikan juga mampu memberikan stimulus agar peserta didik tergerak untuk berperan aktif dalam proses tersebut. Mungkin dengan cara melemparkan pertanyaaan pancingan ataupun memberikan penghargaan pada peserta didik yang bertanya atau berani berkomentar tentang materi yang sedang dibicarakan. Hingga bagaimana praktikan terampil dalam menyimpulkan materi dan memberikan tugas sebagai alat evaluasi.


BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIK MENGAJAR DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN

A. Praktik Pembelajaran Di Kelas
Sebelum pelaksanaan pembelajaran di kelas, beberapa tahapan yang ditempuh oleh masing-masing mahasiswa praktikan adalah sebagai berikut:
1. Persiapan Pengajaran
Beberapa hal yang dilakukan praktikan dalam menyusun perencanaan pengajaran, yaitu sebagai berikut:
• Melihat kurikulum, dalam hal ini tujuan pembelajaran umum (kompetensi dasar), pokok bahasan, kelas, semester, dan alokasi waktu.
• Penjabaran tujuan pembelajaran umum ke dalam tujuan pembelajaran khusus (indikator), yang meliputi tiga ranah.
• Mengusahakan agar setiap pembelajaran tersebut dapat diukur dengan membuat perencanaan penilaian berupa bentuk soal atau bentuk lainnya.
• Memilih dan menentukan pendekatan atau metode yang akan digunakan. • Memilih penggunaan media yang tepat.
• Memperbanyak sumber untuk memperkaya materi.
2. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Salah satu persiapan yang dilakukan sebelum mengajar adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (untuk kelas X dan XI MA-Berkarakter). Adapun RPP yang penulis buat adalah RPP pendidikan budaya dan berkarakter bangsa dengan penjabaran sebagai berikut:
a. Standar kompetensi
b. Kompetensi dasar
c. Indikator pencapaian kompetensi
d. Tujuan pembelajaran
e. Materi Pembelajaran
f. Metode pembelajaran
g. Langkah-langkah pembelajaran
1) Kegiatan pendahuluan
2) Kegiatan inti
• Eksplorasi
• Elaborasi
• Konfirmasi
3) Konfirmasi Kegiatan penutup
h. Sumber/bahan/alat belajar
i. penilaian
Jika persiapan dan penyusunan RPP tersebut sudah baik, maka bisa dikatakan keberhasilan pembelajaran sudah 50%, selebihnya bagaimana pelaksanaannya. Adapun format/contoh penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat dilihat dalam lampiran.
3. Kegiatan Pembelajaran di Kelas
Dalam proses pembelajaran, guru praktikan melakukan beberapa tahapan sebagai berikut :
a. Membuka pelajaran
Dalam kegiatan ini guru melaksanakan kegiatan sebagai berikut :
1) Menyiapkan kondisi kelas sebaik mungkin
2) Membuka pelajaran dengan salam
3) Mendata peserta didik yang hadir (presensi)
4) Apersepsi, penjelasan materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya dan hubungannya dengan materi yang akan disampaikan.
5) Mengembangkan test awal (pre test)
b. Pengembangan Materi
Dalam langkah ini guru melakukan hal-hal berikut :
1) Menjelaskan tujuan yang akan dicapai dalam pertemuan tersebu
t 2) Menggunakan metode belajar yang tepat
3) Memanfaatkan sumber belajar yang ada seperti buku, media, dan lingkungan.
c. Pengelolaan dan dinamika kelas
Untuk melakukan pengelolaan kelas ada beberapa yang dilakukan untuk membentuk hubungan antar pribadi yang sehat dan serasi, seperti :
1) Berbicara dengan sopan kepada peserta didik
2) Mendorong terjadinya tukar pendapat
3) Menerapkan aturan yang telah disepakati
4) Menunjukkan sikap adil terhadap semua peserta didik
b. Menutup Pelajaran
Untuk langkah yang terakhir dalam proses belajar mengajar ini bisaanya dilakukan dengan berbagai cara diantaranya yaitu :
1) Menyimpulkan pelajaran.
2) Memberikan pertanyaan atas materi yang telah disampaikan sebagai tolak ukur penerimaan peserta didik.
3) Memberikan tugas rumah sebagai pengayaan.
4) Menutup dengan salam.
c. Evaluasi
Evaluasi merupakan rangkaian kegiatan belajar mengajar yang mutlak dilakukan untuk mengukur keberhasilan pembelajaran. Tanpa evaluasi ini guru tidak akan mengetahui sejauh mana materi dapat ditangkap oleh peserta didik.
B. Pengelolaan Sumber Belajar
Pengelolaan sumber belajar yang telah dilakukan oleh guru praktikan adalah menyesuaikan sumber acuan yang digunakan oleh sekolah latihan. Ada beberapa sumber buku belajar yang kami gunakan yaitu, buku pegangan Guru, LKS dari sekolah, dan tambahan sumber lainnya atau buku pegangan kami sendiri dari berbagai sumber disesuaikan dengan materi ajar, internet. Selain itu juga disediakan LCD monitor permanen yang terdapat di kelas XII dan juga LCD monitor yang dapat dipindah sebagai media pembelajaran.
C. Pelaksanaan Praktik Administrasi Dan Manajemen Sekolah
Dalam pelaksanaan praktik administrasi dan manajemen sekolah penulis hanya membantu sekedarnya saja, karena kegiatan praktik lapangan hanya terpusat pada praktik mengajar.
D. Kendala Pelaksanaan Pembelajaran
Dalam pelaksanaan PPL selama 1 bulan, mulai tanggal 10 September sampai 10 Oktober 2012, penulis mearasa tanpa ada kendala yang berarti, karena semua pihak di MA Miftahul Falah Talun Kayen, mulai kepala madrasah, operasional madrasah, dan siswa-siswi menerima penulis dan rekan-rekan praktikan dengan senang hati, sehingga membawa dampak positif dalam proses pembelajaran di kelas.
Sedikit kendala yang dihadapi penulis adalah kurangnya media pembelajaran. Karena mata pelajaran SBK yang penulis ampu seharusnya didukung dengan media pembelajaran yang cukup untuk memberi contoh gambar-gambar disini hanya ada satu media yang terletak di kelas XII, sedangkan di kelas X dan XI belum tersedia. Sebagai akibat dari permasalahan kurangnya media pembelajaran ini mengakibatkan siswa kurang memperhatikan pelajaran dan bermalas-malasan.
E. Pemecahan Masalah
Untuk memcahkan masalah tentang media pembelajaran tersebut, penulis menyuasati dengan membuat media pembelajaran dengan membuatkan gambar, dan relief benda yang menjadi topik bahasan. Sehingga dengan adanya media pembelajaran tersebut siswa dengan antusias mengikuti pembelajaran.
Untuk mengatasi siswa yang kuarang bersemangatdan malas-malasan dalam menerima pelajaran, dalam pelajaran SBK ini penulis menggunakan media alat musik sehingga siswa dapat di-refresh dan lebih konsentrasi pada pelajaran karena tertantang dengan sesuatu yang beda dari biasanya.
Dengan adanya solusi yang penulis terapkan tersebut tampak jelas adanya perbedaan sikap siswa. Dengan media gambar-gambar siswa dapat termotivasi dan meningkatkan daya imajinasi sehingga dapat membayangkan apa yang sedang di jelaskan dalam pelajaran. Demikian pula dengan media alat musik siswa justru merasa betah dalam belajar karena mendapatkan pengalaman baru dalam belajar SBK, tidak hanya teori saja tetapi dapat langsung mempraktikkan.
Dengan penerapan solusi yang penulis terapkan tersebut proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan rencana sehingga diharapkan dapat menghasilkan output yang berorientasi dan berguna dimasa sekarang dan masa yang akan datang.


BAB IV
KEGIATA-KEGIATAN LAIN

Dalam kegiatan Praktik Prifesi Lapangan (PPL) di MA Miftahul Falah Talun Kayen selainsebagai guru praktikan penulis juga mendapat tugas sebagai:
1. Sebagai Guru Piket
Sebagai guru piket, mendapat tugas apabila ada guru yang tidak hadir guru piket harus bisa mengkondisikan kelas yang gurunya tidak hadir tersebut. Penulis mendapat tugas sebagai guru piket sesuai dengan jadwal yaitu setiap hari Senin.
2. Sebagai Pelaksana Ekstrakurikuler
Pada kesempatan PPL ini menyelenggarakan “one day ekstrakurikuler”. Pada kegiatan ini dilaksanakan dua kegiatan sekaligus yaitu pramuka dan ekstra musik piano. Pada kesempatan ini penulis mendapat tugas sebagai pemandu ekstra musik piano. Kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakan pada tanggal 29 September 2012 muali dari pukul 13.30 – 15.00 WIB. Peserta kegiatan ini didikuti oleh kelas X dan XI.
3. Sebagai pengawas UTS
Dengan diadakannya Ujian Tengah Semester yang dimulai Tanggal 01 oktober – 06 Oktober 2012, penulis juga ikut sebagai pengwas UTS.


BAB V
PENUTUP

A. SIMPULAN
Berdasarkan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang telah kami lakukan selama kurang lebih dua bulan di MA Miftahul Falah Talun Kayen, maka kami dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Dengan berpegang pada visi dan misi MA Miftahul Falah Talun Kayen dan tetap konsisten menjalankan tata tertib yang ada. Maka tak diragukan lagi bahwa keberhasilan MA Miftahul Falah Talun Kayen dalam mencetak segudang prestasi berpangkal pada kedisiplinan yang selama ini dipatuhi dan dijalankan dengan baik.
2. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di MA Miftahul Falah Talun Kayen memberikan banyak pengalaman berharga dan tantangan tersendiri bagi penulis dalam menghadapi peserta didik maupun lingkungan di dalamnya.
3. Dukungan yang luar biasa baik dari pihak MA Miftahul Falah Talun Kayen, terutama Guru Pamong dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kepada penulis memberikan motivasi tersendiri bagi kelancaran dan keberhasilan kegiatan PPL.
B. SARAN-SARAN
Untuk pengembangan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ke depan agar lebih optimal, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
1. Pihak Fakultas Tarbiyah hendaknya:
a. Pembekalan kepada peserta PPL harus dimaksimalkan agar tercapai tujuan yang diharapkan. Terutama mengenai pembagian kelompok sebaiknya diumumkan terlebih dahulu baru diadakan pembekalan peserta PPL.
b. Meningkatkan hubungan yang lebih baik dengan sekolah/madrasah, artinya tidak sebatas sebagai partner untuk menyediakan tempat praktik bagi mahasiswa, namun bagaimana fakultas dan sekolah mampu menjadi partner dalam meningkatkan mutu pendidikan.
2. MA Miftahul Falah Talun Kayen hendaknya:
a. Tetap konsisten dan terus mempertahankan kualitas dan mutu pendidikan, dalam arti prestasi sekolah harus tetap diupayakan sesuai dengan visi dan misi MA Miftahul Falah Talun Kayen itu sendiri.
b. Jadikan para mahasiswa praktikan sebagai salah satu subyek pendidikan yang masih mempunyai idealisme untuk sedikit mengusahakan perubahan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Walaupun mereka masih miskin dalam hal pengalaman dan realitas di lapangan..
c. Memberikan motivasi dan pengertian kepada peserta didik tentang posisi PPL sehingga dalam proses belajar mengajar tidak terganggu karena mengartikan bahwa praktikan masih dalam proses belajar dan bukan guru sebenarnya.

Demikian laporan ini disusun, semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca umumnya dan tim PPL di MA Miftahul Falah Talun Kayen khususnya. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini sampai selesai. Apabila ada keterbatasan dalam pelaksanaan PPL selama kurang lebih 1 bulan (10 September sampai 10 Oktober 2012) di MA Miftahul Falah Talun Kayen ini, serta ada kesalahan atau kekurangan dalam mendeskripsikan laporan ini, penulis mohon maaf kepada pihak sekolah.
Semoga MA Miftahul Falah Talun Kayen menjadi salah satu lembaga pendidikan yang konsisten dalam membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik. Dan berhasil mewujudkan generasi penerus yang berbudi pekerti luhur serta unggul dalam mutu sesuai dengan Visi-Misi yang diharapkan. Amien. Kayen, 10 Oktober 2012
Penulis



Heri Kristianto
Nim. 109293

Sabtu, 29 Januari 2011

supervisi pendidikan

Supervisi pendidikan : suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai dalam melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif.
Supervisi pengajaran : suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru aagar PBMberjalan dengan kondusif dan efektif.
Fungsi suprevisi
1. Bidang kepemimpinan
• Menyusun rencana dan kebijakan bersama
• Mengikutsertakan semua anggota dalam berbagai kegiatan
• Memberikan bantuan
• Memmotivasi
• Melibatkan semua anggota dalam mengambil keputusan
• Pemberian wewenang dan tanggung jawab kepada anggota sesuai dengan kecakapannya
2. Kemanusiaan
• Memanfaatkan poersoalan yg muncul untuk pelajaran demi perbaikan
• Mengarahkan anggota kelompok pada sikap yang demokratis
• Memupuk rasa saling menghormati
• Menghilangkan rasa saling curiga
3. Pembinaan proses kelompok
• Mengenal masing-masing pribadi anggota kelompok
• Menumbuhkan sikap saling percaya
• Memupuk sikap dan kesediaan saling tolong menolong
• Memperbesar rasa tanggung jawab anggota kelompok
• Bertindak bijaksana dalam menyelesaikan persoalan
4. Administrasi personel
• Memilih personel yang diperlukan untuk suatu pekerjaan sesuai dengan kecakapannya
• Menempatkan personel sesuai kecakapnnya masing-masing
• Mengusahakan suasana yg menyenangkan dan meningkatkan kinerja personel
5. Evaluasi
• Menguasai dan memahami tujuan pendidikan secara khusus
• Menguasai dan memiliki norma-norma yg digunakan sebagai kriteria penilaian
• Menguasai teknik pengumpulan data untuk memperoleh data yg falid
• Menyimpulkan dan menafsirkan hasil penilaian
Jenis-jenis supervisi
1. Supervisi umum dan supervisi pengajaran
• Umum : dilakukan pada semua bidang pendidikan selain bidang pengajaran
• Pengajaran : fokusnya adalah pada pengawasan terhadap bidang pengajaran dan atau proses belajar mengajar
2. Supervisi klinis
Adalah supervisi yang berfokus pada pencaroan sebab adanya kelemahan dan upaya pencarian solusi yang sifatnya adalah segera
Ciri:
• Bersifat bantuan
• Jenis keterampilan diusulkan oleh guru dan disepakati bersama
• Sasarannya adalah keterampilan tertentu
• Instrumen utntuk menilai dikembangkan dan disepakati bersama
• Guru menilai dulu penampilannya (self evaluation) baru dinilai supervisor
• Intim dan terbuka
• Tujuannya untuk pembentukan, peningkatan dan perbaikan keterampilan mengajar
• Siklus: perencanaan – observasi – diskudsi atau pertemuan balikan
3. Pengawasan melekat dan pengawasan fungsional
• Melekat : tugas pengawasan yg secara otomatis ada pada diri setiap pemimpin.
• Fungsional : tugas pengawasan yg dilakukan oleh pejabat yg tugasnya pokoknya adalah sbg seorang pengawas
4. Pengawasan eksternal
Pengawasan suatu lembaga oleh lembaga lain
5. Pengawasan internal
Pengawasan dalam satu lembaga
6. Pengawasan langsung
Pengawasan langsung melalui pengamatan
7. Pengawasan tidak langsung
Pengawasan langsung melalui pengamatan akantetapi melalui dokumen-dokumen
8. Pengawasan formal
Pengawasan oleh pejabat yang bewenang melakukan Pengawasan
9. Pengawasan informal
Pengawasanoleh masyarakat sebagai kontrol sosial

Tipe-tipe supervisi
1. Tipe inspeksi
• Hanya sebagai inspeksi(mencari kesalahan) bawahan
• Tidak ada kesempatan untik mengungkapkan pendapat
• Tidak musyawarah mufakat
• Dilakukan oleh kepemimpinan otokrasi
2. Tipe laisses faire
• Sangat longgar / seenaknya
• Pemimpin membiarkan bawahannya untuk bertindak sekehendak hati
• Tidak ada bimbingan
• Tidak ada kerjasama
3. Tipe coercive supervision
• Kepemimpinan yang otokrasi
• Pengawas memaksakan segala sesuatu yg dianggapnya benar
• Ukuran penilain berdasar pengawas itu sendiri
4. Tipe ttraining and guidance (sbg latihan bimbingan)
• Pendidikan merupakan proses pertumbuhan bimbingan
• Pemimpin cenderung membimbing
• Pemimpin cenderug tidak percaya kepada bawahan
5. Tipe demokratis
• Pemimpin dan bawahan adalah co worker/ partner
• Menemukan cara bekerja secara kooperatif dan efisien

Teknik supervisi
1. Teknik perseorangan
• Kunjungan kelas
• Kunjungan observasi
• Percakapan pribadi
2. Teknik kelompok
• Metting/rapat
• Group dicussion (diskusi kelompok)
• Inservice training(pelatihan untuk suatu yg baru)
3. Teknik publik

Prinsip superisi
1. Ilmiah
• Sistematis, teratur, terprigram, dan kontinyu
• Obyektif berdasar datainformasi
• Menggunakan instrumen (alat) yang dapat memberikan data/informasi yg akurat, dapat dianalisis, dan dapat mengukur ataupun menilai terhadap pelaksanaan PBM
2. Demokratis
Menjunjung tuinggi azas musyawarah, memiliki jiwa kekeluargaan yg kuat serta sanggup menerima pendapat orang lain
3. Kooperatif
Dapat mengembangkan usaha bersama untuk menciptakan situasi belajar mengajar yg lebih baik
4. Konstruktif dan kreaif
Dapat membina inisiatif guru serta mendorong untuk aktif dalam menciptakan situasi belajar mengajar yg lebih baik

Faktor yang mempengaruhi supervisi
1. Lingkungan masyarakat tempat sekolah itu berada
2. Besar kecilnya sekolah yg menjadi tanggung jawab kepala sekolah
3. Tingkat dan jenis sekolah
4. Keadaan guru dan pegawai yg ada
5. Kecakapan dan keahlian kepala sekolah itu sendiri

Tipe kepemimpinan
1. Otokrasi/otoriter
• Diktator
• Bawahan hanya sebagai alat
• Tidak adanya musyawarah
• Perbedaan dari bawahan dianggap indisipliner
• Inisiatif dan daya pikir bawahan dibatasi sehingga tidak dapat mengemukakan pendapatnya
2. Laiissez faire
• Membiatkan bawahannya berkehendak semaunya
• Pemimpin sama sekali tidak memberikan kontrol dan koreksi terhadap pekerjaan bawahannya
• Segala kegiatan dilkukan tanpa rencana dan tanpa pengawasan dari pimpinan
3. Militeristis
• Menggunakan komando(perintah0
• Senang menggunakan formalitas yg berlebihan
• Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku terhadap bawahan
• Sukar menerima kritikan atau saran dari bawahan
• Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan
4. Paternalistis
• Kurang percaya pada kemampuan bawahan
• Jarang memberikan kesempatan pada bawahan unutk mengambil keputusan
• Hampir tidak pernah memberi kesempatan pada bawahan untuk berinisiatif sendiri
• Sering kali sifatnya maha/sok tahu
5. Kharismatis
• Memiliki daya tarik yg kuat
• Para pengikutnya sukar menjelaskan kenapa meraka tertarik mengikuti dan mentaati pemimpin tersebut
• Seolah-olah memiliki kekuatan gaib
• Karisma tidak tergantung pada kekayaan, umur, kesehatan atau ketampanan dari pemimpin
6. Demokratis
• Pemimpin ikut berbaur di tengah anggota kelompoknya
• Tindakannya berpangkal pada kepentingan kelompoknya
• Menerima pendapat dan saran dari kelomponya
• Kekeluargaan dan persaudaraan
7. Pseudo demikratis
Pemimpin yg tampak demokratis tetapi sebenarnya bersifat otoriter.


Peran pemimpin
1. Pelaksana
2. Perencana
3. Ahli
4. Mewakili kelompok dalam tindakannya keluar
5. Mengawasi hubungan antar anggota kelompok
6. Oemberi aprsiasi/pujian dan hukuman
7. Sebagai wasit dan penengah
8. Pemegang tanggung jawab anggota kelompok
9. Sebagai pensipta atau memiliki cita-cita
10. Sebagai seorang ayah (father figur)
11. Sebagai kambing hitam
12. Pengambil keputusan

Kepala sekolah sebagai supervisor
1. Tugas dan tanggung jawab
• Meneliti, mencari dan menentukan syarat mana saja yg diperlukan bagi kemajuan sekolahnya sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai
• Meneliti dan menentukan syarat mana yg sudah ada dan mencukupi, dan yang belum ada dan yg kurang mencukupi yg perlu di usahakn dan dipenuhi
2. Usaha-usaha
• Memotofasi guru dan pegawai
• Mengadakan dan melengkapi keperluan sekolah
• Bersama guru berusaha mengembangkan metode yang tepat yg sesuai dengan perkembangan kurikulum
• Membina kerjasama yang baik antara pemimpin, guru dan pegawai
• Meningkatkan mutu sekolah
• Membina kerjasama antara sekolah dan komite sekolah

Langkah-langkah supervisi
1. Perencanaan
2. Persiapan
3. Pelaksanaan
4. Tindak lanjut
5. Pelaporan